Aku Siap Masuk SD Sebuah Program Menyiapkan Anak Masuk SD

(Aksi Nyata Modul 3.3 Program Guru Penggerak)

Kapan anak siap masuk SD ? sebuah pertanyaan yang pasti selalu ada di benak orang tua yang memiliki buah hati usia PAUD. Perubahan zaman, zaman yang jauh berbeda antara zaman orang tua dengan anak, menjadikan para orang tua bertanya-tanya tentang hal itu. Dilansir dari theasianparent ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki anak yang mau masuk SD. Seperti kemampuan motorik kasar dan halus, kemampuan emosional, kemampuan kognitif dan kemampuan bahasa.

Kemampuan motorik kasar adalah yang pertama, kemampuan ini ditandai dengan kemampuan untuk berjalan di garis lurus, berdiri dengan satu kaki, berlari, naik turun tangga, melompat jauh lalu mendarat dengan dua kaki bersamaan, melempar atau bermain bola, dan beberapa kegiatan sejenis.

Selajutnya yakni kemampuan motorik halus. Kemampuan motorik halus digambarkan dengan kemampuan memegang pensil dengan baik, menggambar bentuk dasar seperti lingkaran dan kotak, mewarnai dengan baik, menggunting mengikuti pola yang ada, bermain Menyusun balok 3 dimensi, bisa memakai baju, celana dan sepatu dan juga mampu makan secara mandiri.

Kemampuan emosional merupakan kemampuan bersosialisasi dengan baik, misalnya menghormati orang yang lebih tua, menghargai teman sebayanya dan membangun relasi dengan baik, misalnya:

  • Memahami pentingnya mengantri dalam kegiatan,
  • Bisa berbagi dan bermain bersama,
  • Bisa memulai pekerjaan,
  • Bisa bersikap mandiri saat mengikuti kegiatan,
  • Mampu mengungkapkan permintaan tolong saat mengalami kesulitan dan lain-lain.

Keamampuan kognitif yakni kemampuan untuk berpikir, misalnya mengingat, memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Contoh dari kemampuan kognitif ini seperti:

  • Mengetahui konsep waktu dengan baik,
  • Mengelompokkkan benda sesuai klasifikasi,
  • Menjelaskan persamaan dan perbedaan suatu benda,
  • Mengenal bentuk dan warna dan lain-lain.

Adapun kemampuan berbahasa yang dimaksud adalah mampu memahami maksud orang lain (reseptif) serta cara berkomunikasi yang dimengerti orang lain (ekspresif). Misalnya: memahami dua instruksi yang diarahkan secara bersamaan, dapat menceritakan Kembali sebuah cerita, dapat membuat kalimat yang berisi sepuluh kata atau lebih dan lain sebagainya.

Atas dasar itulah, perlu adanya program sekolah yang mendukung kesiapan anak untuk mask SD. Program Aku Siap Masuk SD ini bisa dijadikan referensi. Program Aku Siap Masuk SD merupakan program persiapan masuk SD bagi anak TK kelompok B (usia 5-6 tahun). Tujuan dari program ini adalah agar anak memiliki kemampuan dasar untuk masuk SD.

Pada Program Pendidikan Guru Penggerak, calon guru penggerak dilatih untuk menyusun rancangan program yang berdampak pada murid dengan melalui tahapan BAGJA. Tahapan-tahapan perencanaan program dengan mengikuti tahapan yang merupakan akronim dari BAGJA itu sendiri.

Huruf B adalah Bangun mimpi, bisa diaplikasikan dengan buat pertanyaan awal untuk sebuah mimpi atau harapan masa depan dari sebuah program. Ini merupakan awal dari sebuah rancangan program. Bagaimana cara menumbuhkan kesiapan anak untuk masuk SD/jenjang Pendidikan selanjutnya adalah sebuah pertanyaan dasar untuk memulai program ini.

Huruf A adalah Ambil Pelajaran. Dalam hal ini, pengalaman baik yang dilaksanakan sehari-hari bisa dijadikan pengalaman untuk merancang program yang bisa dikembangkan. Beberapa pengalaman yang dimaksud misalnya:

  • Pelaksanaan pembelajaran pada Kelompok B (anak usia 5-6 tahun), di setiap kegiatan pembukaan, guru memfasilitasi anak untuk mengenal huruf dan lambang bilangan baik melalui lagu, syair ataupun permainan.
    • Di setiap kegiatan penutup, anak dilatih agar memiliki kemampuan berbahasa (mengungkapkan Bahasa ataupun menerima Bahasa), dengan melalui kegiatan bercerita ataupun bercakap-cakap.
    • Pada setiap kegiatan, anak diberikan tanggung jawab dan dituntun agar mampu bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan.
    • Setiap hari anak dibiasakan untuk mampu menjaga barang milik sendiri dan tidak banyak bergantung kepada guru atau orang tua.
    • Pada banyak kegiatan pembiasaan, anak dibiasakan untuk memiliki rasa empati dan berbagi dengan orang lain.

Hurup G mewakili kata Gali mimpi. Gali mimpi bersama dengan seluruh pelaku kepentingan dalam pembelajaran yang ada di sekolah. Mimpi yang merupakan cita-cita bersama dalam program ini adalah: anak yang siap mengikuti pembelajaran di jenjang berikutnya. Kesiapannya baik dari segi kemampuan motorik kasar dan halus, kemampuan emosional, kemampuan kognitif dan kemampuan bahasa. Disamping itu juga guru harus memiliki komitmen kuat dalam menuntun anak mengikuti proses pembelajaran hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Kepala sekolah dengan perannya sebagai motivator dan penanggung jawab program yang mendorong dan mendukung tumbuh kembang anak hingga menjadi insan mandiri yang siap hidup.

Tahapan selanjutnya yang merupakan akronim dari huruf J adalah Jabarkan rencana untuk mencapai gambaran yang diinginkan. Program ini dilaksanakan oleh guru yang ada di masing-masing rombel. Guru rombel mnyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan program dengan dukungan kepala sekolah. Orang tua adalah pihak yang terlibat. Keterlibatannya berupa bimbingan lanjutan saat anak berada di rumah. Begitu juga dengan sumber daya (manusia) pendukung berupa keterlibatan semua pemangku kepentingan pembelajaran yakni murid, guru, kepala sekolah dan orang tua.

Atur eksekusi (akronim dari huruf A) adalah Langkah terakhir dalam rancangan sebuah program. Menentukan tim inti program, penanggung jawab dan mekanisme koordinasi antar tim dengan Penanggung jawab kegiatan adalah Kepala sekolah. Koordinatornya adalah guru di masing-masing rombel. Sedangkan untuk pembuatan laporan dibuat oleh Koordinator program di masing-masing rombel. Koordinasi dengan sesama koordinator di setiap akhir pekan juga merupakan langkah tepat untuk menentukan Langkah selanjutnya berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi dilaksanakan pada rapat koordinasi dengan kepala sekolah dan guru.

Demikian pentingnya menyiapkan anak usia dini untuk siap mengikuti Pendidikan di jenjang berikutnya, hingga rancangan programnya disusun lengkap dengan melalui tahapan BAGJA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *