Gender In Fallacy

equilibriumnews, Tidak jarang jenis kelamin menjadi pembeda terhadap sesuatu. Pekerjaan, penghasilan atau jabatan tertentu masih banyak yang mendebatkan pantas dan tidak pantasnya diperoleh laki-laki dan perempuan. Banyak juga perlakuan yang diterima berbeda atas nama “laki-laki dan perempuan.” Meski sudah begitu banyak pihak dan individu yang menerima informasi tentang gender, diskriminasi masih tetap awet.

Istilah gender dewasa ini sudah bukan lagi eksklusif untuk digunakan atau dibahas pada kalangan tertentu. Sudah sedemikian membumi dengan berbagai variasi disertai istilah penyerta lainnya, yang seringkali menjadi begitu sulit dibedakan, terlebih oleh masyarakat awam. Bahkan, beberapa kali dalam pertemuan bergengsi, saya mendengar para pesohor mempersilahkan kami yang perempuan dengan sebutan gender. “Silahkan yang gender duduk di depan.” Atau “Silahkan, ibu-ibu gender ini menyampaikan usulannya, supaya jangan hanya bapak yang bicara.” Kali lainnya saya juga mendengar dari pesohor berbeda kalimat senada “Bapak-bapak harap bersabar, kita dahulukan yang gender.” Terbayang, sudah seberapa jauh istilah gender menguasai pikir dengan pemahaman yang tidak semestinya. Saat ini, saya tidak ingin terlalu jauh membahas “sesat pikir” itu. Saya do’akan saja semoga mereka segera kembali ke pemahaman yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *