Jejak Langkah Sang Penggerak (Koneksi Antar Materi Visi Guru Penggerak)

1. 3.a.9 Koneksi antar materi Visi Guru Penggerak

Visi Murid Impian
(Koneksi antar materi)


Murid Impian di Tangan Guru Penggerak

          "Bahagia dan Merdeka Jiwa serta Pikirnya" itu adalah visi murid impian yang saya pilih untuk diaplikasikan pada Pendidikan Anak Usia Dini. Menyusun visi adalah salah satu aktualisasi dari pemahaman materi visi guru penggerak yang dibahas pada Minggu ini. Sebagai seorang calon guru penggerak yang sedang mengikuti pendidikan guru penggerak kali ini, saya membuat beberapa catatan tentang visi guru penggerak yang disusun. Juga tentang koneksi materi ini dengan materi sebelumnya, yakni materi nilai dan peran guru penggerak juga Pilosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Begitu juga dengan catatan singkat tentang aksi nyata, saya rangkum semuanya sebagai jurnal refleksi mingguan pada akhir Minggu ini.
        Murid yang bahagia dan merdeka jiwa serta pikirnya itu adalah:
  - Murid yang mengikuti pembelajaran dengan riang gembira
  - Murid yang memilih kegiatan main sesuai minat dan bakat
  - Murid yang aktifitas mainnya itu bisa menstimulasi kemampuannya untuk berkembang hingga ia menjadi insan pembelajar yang padanya melekat profil pelajar pancasila.
        Manajemen perubahan Inkuiri Apresiatif adalah manajemen perubahan yang kami adopsi dalam rangka mewujudkan visi murid impian tersebut.
        Manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan ini, mengusung rekomendasi perubahan dengan tahapan Bagja dalam aksi nyata. 
        Tahapan Bagja yang dimaksud disini adalah tahapan-tahapan manajemen perubahan yang diuraikan dari kata Bagja sebagai akronim dari Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi.
        Tahapan-tahapan BAGJA inilah yang menjadi acuan saya dalam merumuskan aksi mewujudkan visi murid impian. 
         Murid impian yang bahagia dan merdeka jiwa serta pikirnya, aktualisasi sederhananya kami wujudkan dalam beberapa permainan yang digemari anak didik saya di TK. 
          Bermain "Cap Cup Hari Tanggal" adalah salah satunya. Kegiatan ini adalah kegiatan untuk menstimulasi  aspek perkembangan kognitif, Psikomotor (motorik halus). Untuk kegiatan pelengkapnya bisa menstimulasi aspek perkembangan nilai agama dan moral serta sosial emosional dan bahasa.
           Permainan ini dilaksanakan pada kegiatan pembukaan. Pembiasaan setiap hari, setelah salam, do'a, hafalan surat Al-Qur'an dan bernyanyi, lalu mengganti kalender harian. Nama hari dan tanggal yang ada di papan tulis juga diganti. Untuk mengganti hari tanggal, biasanya anal-anak secara bergiliran menulis huruf demi huruf nama hari dan tanggal. Namun untuk lebih menyenangkan dan seru, guru mengajaknya bermain cap cup dulu. Aturannya, siapa yang kena "cup" dia yang boleh maju ke depan papan tulis untuk menulis hari dan tanggal baru. Dengan demikian anak mempelajari banyak hal, yakni tentang tanggung jawab, keberanian, kemandirian dan sebagainya.
          Tentang aksi nyata pada pembelajaran ini, ada beberapa catatan penting tentang materi visi guru penggerak yang terkoneksi dengan materi-materi lainnya.
           Mengasah kekuatan guru yang mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid, terkoneksi dengan materi nilai Guru Penggerak.
            Guru berusaha memainkan perannya dengan lebih baik dalam memimpin pembelajaran, mendorong kolaborasi antar murid, mewujudkan kepemimpinan murid, menggerakkan komunitas praktisi dan menjadi coach bagi guru lain. Hal ini juga terkoneksi dengan materi peran Guru Penggerak.
            Saat guru mengaplikasikan pengetahuan dan pengalamannya untuk membangun dan memupuk kekuatan siswa agar mampu menjadi insan pembelajar yang beriman dan bertaqwa, berkebhinekaan global, siap bergotong royong, bernalar kritis serta mandiri dan kritis. Hal ini terkoneksi dengan materi Profil pelajar pancasila)
           Untuk lebih lanjut, guru memaksimalkan perannya dengannya berkolaborasi dengan pihak terkait, agar tercapai tujuan pendidikan yakni "menuntun kekuatan kodrat anak untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan yang setinggi tingginya" sebagaimana yang terdapat dalam Pilosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara.
           Ringkasnya bahwa setiap materi yang ada dalam modul Pendidikan Guru Penggerak, adalah merupakan kesatuan materi yang terkait satu sama lain.
           Akhir kata, apapun materinya harus dipahami dan dilanjutkan dengan aksi nyata untuk menambah pemahaman terhadap materi tersebut, karena pengetahuan itu dipahami dengan baik jika sudah diamalkan. 
Semoga bermanfaat.


     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *