Mengenal Coronavirus dan Covid-19 Lebih Mendalam

EquilibriumNews – Tidak hanya di Nusa Tenggara Barat, Indonesia, Asia Tenggara, simpang siur informasi tentang coronavirus merebak sedemikian rupa di seluruh belahan dunia, mengiringi merebaknya jumlah penderita yang divonis mendertita ragam penyakit yang disebabkan coronavirus. Setiap hari, media informasi tidak pernah luput memberitakan berbagai hal tentang sepak terjang makhluk kasat mata yang sangat mematikan. Lantas apa sebenarnya coronavirus itu?

Bersumber dari laman halodoc, coronavirus atau disebut juga dengan virus corona merupakan keluarga besar virus yang mengakibatkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Tidak hanya itu, beebrapa jenis virus corona juga dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit lain yang lebih serius dari flu, diantaranya adalah penyakit MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome), SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome), Pneumonia dan Covid-19. Sementara varian penyAkit lain yang sudah lebih awal muncul oleh sebab virus yang sama adalah HCoV-229E, HCoV-OC43, HCoV-NL63 dan HCoV-HKU1.

MERS-COV merupakan penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Penyakit ini merebak beberapa waktu lalu, terlebih di wilayah Timur Tengah dengan merenggut banyak jiwa. Berdasarkan laporan WHO, sejak September 2012 sampai September 2013, ditemukan 130 kasus konfirmasi MERS-CoV dengan 58 kematian (CFR: 44,6%). MERS-CoV mulai berjangkit di Arab Saudi dan menyebar ke Eropa serta dapat pula menyebar ke negara lain. Gejala yang ditimbulkan karena infeksi MERS Co-V diawali dari kondisi penderita yang mirip seperti flu dan bisa mencakup: demam, myalgia, lethargy, gejala gastrointestinal, batuk, radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya. Kemudian meningkat ke demam di atas 38 °C (100.4 °F). Berikutnya, penderita akan mengalami sesak napas. Sebagian besar kasus gejala ini biasanya muncul antara 2–3 hari. Sekitar 10–20% kasus membutuhkan ventilasi mekanis.

SARS-CoV yang muncul pada November 2002 silam di Tiongkok menyebar ke beberapa negara lain, lebih ganas dari MERS-CoV dan memakan korban yang juga jauh lebih banyak. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS-CoV yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu telah menjangkiti sebanyak 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya sekitar 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut. Varian coronavirus yang saat ini sedang menjadi perbincangan publik karena kian mengganas adalah COVID-19.

NEXT: Apa itu Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *