Polemik Permendikbud 30 Tahun 2021: Dianggap Permisif Terhadap Perzinahan

EquilibriumNews – Sejak diundangkan pada tanggal 3 september 2021 lalu, Permendikbud Ristek (Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) Nomor 30 Tahun 2021 yang mengatur tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi menuai berbagai tanggapan yang mengarah kepada penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Regulasi yang pada awalnya dihasratkan sebagai tameng untuk membentengi perilaku tak senonoh pada lingkungan perguruan tinggi, dinilai berisi pasal dan ketentuan yang justru kurang memihak pada para penyintas.

Ketua Presidium MOI (Majelis Ormas Islam), dengan tegas menyatakan penolakan terhadap pemberlakuan regulasi dimaksud. KH. Nazar Haris, MBA menyampaikan bahwa MOI menilai kebijakan tersebut secara tidak langsung telah melegalisasikan perzinahan yang merusak standar nilai moral mahasiswa di kampus. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sesungguhnya Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 ini telah mengadopsi draft Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang telah ditolak masyarakat luas di DPR pada periode 2014-2019 lalu.

Di samping itu, pemberlakuan aturan ini juga berpotensi melegalkan praktik LGBT di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, MOI berharap agar Menteri Nadiem Makarim mencabut peraturan dimaksud dan digantikan dengan aturan yang sejalan dengan jiwa dan nilai Pancasila. “

Pandangan serupa juga disampaikan oleh pengamat pendidikan, Muslim Arbi. “Saya sudah baca isi Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 bahwa dianggap pelecehan seksual bila tanpa persetujuan. Ini pemikiran liberal menuju jalan perzinaan,” kata pengamat politik Muslim Arbi (sebagaimana dikutip pada harian Suara Nasional, Selasa 2/11/2021). Muslim juga menyampaikan bahwa dengan kondisi demikian memberi gambaran kepada masyarakat bahwa regulasi dimaksud (Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021) sangat bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai agama di Indonesia.

Lantas apa sesungguhnya isi Permendikbud Ristek No 30 Tahun 2021 yang dinilai melegalkan perzinahan oleh banyak pihak?

Pasal 5 Permendikbud Ristek 30 tersebut, mencantumkan beberapa klausul yang mengandung tafsir bahwa kekerasa seksua pada beberapa kondisi diartikan sebagai “tanpa persetujuan korban”, sehingga dimaknakan, jika dilakukan dengan persetujuan korban maka pelaku tidak akan terkena sanksi apa pun. Diantara definisi kekerasan seksual dalam regulasi tersebut adalah sebagai berikut (1) memperlihatkan alat kelaminnya dengan sengaja tanpa persetujuan korban; (2) mengunggah foto tubuh dan/atau informasi pribadi korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan korban; (3) menyebarkan informasi terkait tubuh dan/atau pribadi korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan korban; (4) menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, mencium dan/atau menggosokkan bagian tubuhnya pada tubuh korban tanpa persetujuan korban dan (5) membuka pakaian korban tanpa persetujuan korban.

Melengkapi Pasal tersebut, pada bagian lain dijelaskan bahwa persetujuan korban sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, huruf f, huruf g, huruf h, huruf l, dan huruf m, dianggap tidak sah dalam hal korban (1) memiliki usia belum dewasa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; (2) mengalami situasi di mana pelaku mengancam, memaksa, dan/atau menyalahgunakan kedudukannya; (3) mengalami kondisi di bawah pengaruh obat-obatan, alkohol, dan/atau narkoba; (4) mengalami sakit, tidak sadar, atau tertidur; (5) memiliki kondisi fisik dan/atau psikologis yang rentan; (6) mengalami kelumpuhan sementara (tonic immobility); dan/atau (7) mengalami kondisi terguncang.

Terlepas dari pro dan kontra masalah regulasi Nomor 30 ini, semoga kita semua dapat menjaga, melakukan kontrol dan mengawasi pergaulan anak kita sendiri baik di lingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat. Pengembangan sikap, moral dan karakter anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan. Peran orang tua sangat dominan didukung lingkungan masyarakat yang kondusif bagi perkembangan jiwa dan karakter anak.

Link download Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 dan abstraksinya.

&&&

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *