Budaya Positif Sekolah di Wajah Baru Pendidikan Kita

Apakah budaya positif di sekolah berdiri sendiri dalam menciptakan budaya ajar yang baik? Ini adalah salah satu pertanyaaan pada “Koneksi antar materi budaya positif” yang merupakan sub materi pada materi “Budaya Positif” yang ada di modul Pendidikan Guru Penggerak angkatan kedua, dengan nomor materi 1.4.

Empat pertanyaan lainnya adalah: Bagaimana penerapan budaya positif jika dikaitkan dengan nilai lain dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari?, bagian mana dari modul sebelumnya yang berkaitan dan mendukung budaya positif?, bagaimana peran guru penggerak dalam menularkan kebiasaan baik kepada guru lain dalam membangun budaya positif di sekolah? dan bagaimana guru penggerak bisa menumbuhkan budaya positif di kelas menjadi budaya positif sekolah dan menjadi visi sekolah?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas saya rangkum dalam uraian dibawah ini.

Dalam menciptakan budaya ajar yang baik di sekolah, budaya positif itu tidak berdiri sendiri. Dengan kata lain, ada keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Budaya positif ini terlahir dari kesepakatan antara guru dengan anak dan bisa juga dengan warga sekolah lainnya. Budaya positif ini dilaksanakan oleh anak, guru dan warga sekolah lainnya atas dasar kesadaran yang tumbuh dari motivasi intrinsik. Motivasi intrinsik ini bisa saja awalnya lahir dari motivasi ekstrinsik yang tepat. Untuk itulah, bergerak bersama dalam menumbuhkan motivasi hingga menjadi sebuah kekuatan yang mendukung terwujudnya budaya positif di sekolah. Lalu setelah budaya positif itu mengakar kuat, maka perlahan ekosistem pendidikan merdeka yang sehat akan membentuk tunas bangsa yang memiliki profil pelajar pancasila. Dengan demikian budaya positif itulah yang mencerminkan karakter budaya bangsa yang ada di wajah pendidikan masa kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *