Bukalah Ruang Agar Siswa Kritis dalam Pembelajaran

Dalam dunia pendidikan, keterampilan berpikir kritis sangat penting bagi siswa. Dengan keterampilan ini siswa mampu bersikap rasional dan memilih alternatif pilihan yang terbaik. Siswa akan senantiasa bertanya pada diri sendiri dalam menghadapi persoalannya untuk menentukan yang terbaik. Siswa dengan keterampilan berpikir kritis akan terpatri dalam watak dan kepribadiannya dan terimplementasi dalam segala aspek kehidupannya. Dengan demikian pemberdayaan keterampilan critical thinking pada siswa sangat mendesak dilakukan, dapat dilakukan secara terintegrasi melalui metode pembelajaran.

Karakteristik utama dari berpikir kritis adalah menjawab pertanyaan, merumuskan masalah, meneliti fakta, menganalisis asumsi dan kesalahan, menghindari alasan yang emosional, menghindari penyederhanaan yang berlebihan, memikirkan interpretasi lain dan mentoleransi arti ganda. Kemampuan berpikir terutama kemampuan berpikir kritis dan kreatif sangat diperlukan dalam mengajarkan pemecahan masalah pada siswa, karena salah satu indikasi adanya transfer belajar adalah kemampuan menggunakan informasi dan keterampilan dalam memecahkan masalah. Melalui pemecahan masalah siswa dilatih berpikir kritis melalui latihan. Kesulitan yang umumnya ditemukan pada siswa dalam memecahkan masalah adalah memperjelas masalah atau merumuskan masalah yang akan dipecahkan.

Dari gambraan tersebut, dapat diperhatikan ciri penting siswa yang memiliki watak critical thinking adalah (1) mencari pernyataan atau pertanyaan yang jelas artinya atau maksudnya; (2) mencari dasar atas suatu pernyataan; (3) berusaha memperoleh informasi terkini; (4) menggunakan dan menyebutkan sumber kredibel; (5) mempertimbangkan situasi menyeluruh; (6) berusaha relevan dengan pokok pembicaraan; (7) berusaha mengingat pertimbangan awal atau dasar; (8) mencari alternatif; (9) terbuka; (10) mengambil posisi (atau mengubah posisi) berdasarkan bukti dan dasar yang cukup; (11) mencari ketepatan; (12) berurusan dengan bagian secara berurutan hingga mencapai seluruh keseluruhan yang kompleks; (13) menggunakan kemampuan atau keterampilan kritisnya sendiri; (14) peka terhadap perasaan, tingkat pengetahuan dan tingkat kerumitan berpikir orang lain dan (15) menggunakan kemampuan berpikir kritis orang lain.

Selain bermanfaat dalam pembelajaran, kemampuan critical thinking juga mempunyai peranan sebagai bekal siswa menghadapi masa depan. Piaget menyampaikan bahwa perkembangan kemampuan penalaran formal sangat penting bagi penguasaan konsep, karena pengetahuan konseptual merupakan akibat atau hasil proses konstruktif dan kemampuan penalaran tersebut adalah alat yang diperlukan pada proses itu. Kemampuan penalaran formal merupakan kemampuan berpikir kritis yang akan bermuara pada hasil belajar. Banyak penelitian telah menjadi bukti bahwa kemampuan berpikir kritis mempunyai manfaat yang konkrit dalam meningkatkan hasil belajar siswa (Norland dan De Vito/2007, Hasrudin/2004, Hadi/2007 dan Setiawan/2005). Latihan untuk meningkatkan kemampuan critical thinking siswa dapat dengan mengikuti tahapan berikut ini (1) menentukan masalah atau isu nyata, proyek atau keputusan yang betul-betul dipertimbangkan untuk dikritisi; (2) menentukan poin yang menjadi pandangan; (3) memberikan alasan mengapa poin itu dipertimbangkan untuk dikritisi; (4) membuat asumsi yang diperlukan; (5) mrenggunakan bahasa yang jelas; (6) membuat alasan yang mendasari dalam fakta yang meyakinkan; (7) mengajukan kesimpulan dan (8) menentukan implikasi dari kesimpulan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *