Bukalah Ruang Agar Siswa Kritis dalam Pembelajaran

Senada dengan cara di atas untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran, Brown dan Campione (1996) menciptakan program Fostering Community of Learners (FCL) yang ditujukan untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran. FCL merupakan program inovatif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis bagi anak usia 6 – 12 tahun melalui proses pembelajaran di kelas. Ada lima strategi utama yang digunakan untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis yaitu diskusi dan konsultasi, peer teachingmodelling, latihan terbimbing dan latihan bebas. Untuk itu siswa dapat dihadapkan pada topik atau tema kontroversial, dekat dengan dunia mereka dan memberikan peluang kepada siswa untuk berpikir. Agar lebih maksimal, guru sebaiknya menggunakan metode diskusi dan debat, dengan memberi ruang dan support agar siswa bertanya. Metode ini dapat memotivasi siswa untuk meneliti suatu tema tertentu yang sedang dipelajari secara mendalam dan menguji masalah masalah. Guru diharapkan dapat menahan diri untuk tidak menyatakan pandangannya sendiri sehingga siswa merasa bebas untuk mengeksplorasi perspektif yang beragam. Sedangkan bertanya merupakan bagian inti dari belajar dan menemukan pengetahuan. Rasa ingin tahu siswa adalah modal awal yang sangat berharga dalam upaya tumbuh kembang keterampilan berpikir kritis, sehingga dalam pembelajaran guru tidak hanya menyampaikan informasi begitu saja tetapi memancing siswa untuk bertanya dengan berbagai metode, selanjutnya mengarahkan siswa untuk menemukan jawabannya sendiri. Semoga….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *