Diseminasi Internal Hasil Survei Baseline Literasi dan Numerasi UMMAT-INOVASI

Mataram, EqulibriumNews- Literasi dan numerasi merupakan dua hal penting yang ketercapaiannya harus maksimal pada anak didik, terutama pada jenjang pendidikan dasar. Berbekal kemampuan ini, peserta didik akan menjadi lebih siap dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada level kelas dan jenjang pendidikan berikutnya. Pengukuran kemampuan dasar siswa dalam literasi dan numerasi sudah pernah dilakukan oleh PISA dan lembaga lainnya, yang memposisikan capaian membaca dan berhitung peserta didik Indonesia pada urutan dengan kemampuan yang masih cukup rendah dan membutuhkan perhatian khusus. Hasil riset PISA tahun 2018 dapat disimak di sini.

Guna memahami kondisi peserta didik dalam konteks literasi dan numerasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Mataram bekerja sama dengan Palladium Internasional melalui skema program INOVASI menggelar survei baseline literasi dan numerasi. Kegiatan dilakukan di dua kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur dengan mengambil 51 sekolah sebagai sample. Dari jumlah sekolah tersebut, dilakukan tes SLA terhadap 2220 peserta didik untuk mengetahui kemampuan literasi dan numerasi mereka.

Foto bersama peserta diseminasi hasil survei baseline literasi dan numerasi UMMAT-INOVASI, Rabu, 8 September 2021 di Aula Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram

Hasil kegiatan yang dilakukan selama dua bulan berselang disampaikan kepada pemangku kepentingan dan stakeholders terkait dari dua kabupaten oleh Ketua Tim Peneliti, H. Syahrir Idrsi, MA., Ph.D, tadi pagi, 8 September 2021 di Aula Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram. Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Bappeda, Dinas Pendidikan, fasilitator daerah dari dua kabupaten (Lombok Tengah dan Lomobk Timur) dan perwakilan Kemenag Lombok Timur. Perwakilan enumerator yang bertugas pada dua daerah survei juga hadir bersama distric coordinator masing-masing dan seluruh anggota tim peneliti UMMAT-INOVASi yang berjumlah 9 orang.

Secara umum, capaian literasi dan numerasi peserta didik jenjang sekolah dasar di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih harus ditingkatkan agar lebih baik lagi. Diperlukan keseriusan semua pihak untuk mendukung pencapaian tersebut dan tidak hanya dibebankan sepihak kepada satuan pendidikan. Keluarga, merupakan elemen terdekat anak menjadi bagian penting, terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, dimana anak belum dapat menerima pelajaran secara normal di sekolah. Perhatian pemerintah desa juga sangat diharapkan dengan cara membangun kolaborasi dan kerjasama yang intensif dengan pihak sekolah. Banyak kegiatan dan program yang dapat dimanfaatkan bersama antara satuan pendidikan dengan pemerintah desa untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dalam konteks literasi maupun numerasi. Karena, bagaimana pun juga, peserta didik yang ada pada satuan pendidikan di lingkup desa adalah warga masyarakat desa tersebut. Mereka tentu saja berhak mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah desa.

Hal lain yang muncul pada kegiatan diskusi adalah belum maksimalnya pembelajaran daring yang diterapkan oleh guru terhadap anak didiknya pada banyak sekolah. Kondisi ini disinyalir juga turut memberi pengaruh terhadap capaian literasi dan numerasi siswa, mengingat pada pembelajaran daring untuk jenjang pendidikan dasar (terlebih di sekolah dasar) guru lebih intens berinteraksi dengan orang tua-wali murid dari pada peserta didik itu sendiri. “Fenomena seperti ini membutuhkan telaah lebih lanjut agar jelas apa yang akan kami rekomendasikan kepada pemangku kebijakan nantinya,” tutur Coordinator Processing Data, Dr. Abdul Kadir, M.Pd.

(EN/IR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *