DRD KLU Serahkan Rekomendasi Kegiatan 2020

Lombok Utara – Guna memaksimalkan giat pembangunan di Kabupaten Lombok Itara, sejak pemerintahan NASA sudah dibentuk Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Lombok Utara yang diharapkan mampu memberikan rekomendasi konstruktif untuk pembangunan. Sejak dibentuk, sudah beberapa rekomendasi yang dihasilkan DRD dan diserahkan kepada Pemda KLU untuk ditindaklanjuti.

Menindaklanjuti kegiatan serupa, beberapa waktu lalu (awal Bulan Oktober) DRD mengadakan kunjungan silaturahmi ke Pemda KLU yang diterima langsung oleh Plt. Bupati H. Sarifudin, SH. MH. Kunjungan dimaksud juga sekaligus dijadikan sebagai ruang untuk menyerahkan rekomendasi kegiatan yang dihasilkan dari riset tahun 2020. Hadir dalam kunjungan tersebut menemani Plt.Bupati KLU adalah Kepala Bappeda Heriyanto SP, Kadis Dikpora Dr Fauzan M.Pd, serta unsur DRD KLU, perwakilan OPD lingkup Pemda KLU di Aula Bappeda.

Dalam pengantar yang disampaikan, Kepala Bappeda KLU Heriyanto SP, menjelaskan bahwa sejak KLU terbentuk, masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), sementara Sumber Daya Alam (SDA) melimpah. Ketidakseimbangan ini merupakan fenomena langka dalam pembangunan. “Pemda membutuhkan pemikiran inovatif, maka pemda membentuk tim penyelaras menjadi Dewan Riset Daerah berjumlah 43 orang, kemudian sedikit penyesuaian terhadap anggota riset daerah. Membantu perumusan rancangan perencanaan pembangunan. Tahun ini, fokus pada aspek kesehatan dan recovery pembangunan pascagempa,” tuturnya.

Sementara Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin SH MH, dalam arahannya mengatakan “Alhamdullilah, hasil rekomendasi DRD ini menjadi acuan, tentu dengan melihat kondisi Lombok Utara pascagempa dan pandemi Covid-19,” imbuhnya. Beliau berharap agar Bappeda menjadikan rekomendasi yang disampaikan DRD tersebut sebagai referensi dalam menyusun KUA & PPAS. Plt.Bupati juga menjelaskan bahwa Pemda KLU telah banyak melakukan hal strategis, baik secara finansial maupun secara sosial ekonomi. Yang perlu disesuaikan lebih lanjut adalah aspek psikologis sesuai dengan kondisi saat ini. “Tidak cukup hanya dengan memberi bantuan JPS, BLTD dan sebagainya, tetapi secara finansial & psikologis terus menerus dilakukan, seperti trauma healing bagi masyarakat yang masih mengalami trauma terhadap keadaan yang melanda,” ungkapnya.

Terkait tugas DRD, Plt Bupati yang juga Wabup itu berharap setiap rekomendasi yang ada, akan disesuaikan dengan kondisi daerah KLU dan sesuaikan pula dengan anggaran daerah. “Mana yang skala prioritas harus dilakukan. Misalnya, pada bulan 6, 7, 8, dan 9 pada tiap tahunnya masyarakat kita selalu mengalami kekeringan, perlu antisipasi dalam bentuk program kegiatan,” jelas dia. Dipahami bersama bahwa kekeringan memiliki dampak yang luar biasa, terutama pada dua kecamatan yaitu di Kecamatan Bayan dan Kayangan yang wilayahnya memiliki lahan kering imencapai 60 persen.

Selain itu, yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah infrastruktur, selain berbicara ekonomi, sosial & budaya. “Mulai hari ini, Kepala Bappeda harus berpikir agar sesegera mungkin membuat rencana tata ruang final, karena ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan multipihak. Kita memiliki daerah tetapi belum memiliki ikon yang jelas. Untuk fokus pada perumusan Perda tentang Tata Ruang. Sebagai pondasi pembangunan kita di Lombok Utara 50 tahun ke depan,” urainya.

Pada tempat yang sama, Ketua DRD KLU Dr Suwandi SE M.Ec, menyampaikan bahwa DRD menyerahkan rekomendasi tahun 2020, sebagaimana tugas DRD yang diamanatkan oleh SK Bupati untuk memberi masukan dan rekomendasi. Terdapat lima aspek yang direkomendasikan yaitu, bidang kesehatan, ekonomi, pariwisata, pertanian dan hukum. “Semua aspek itu, alhamdulillah telah berhasil disusun saran dan rekomendasi bagi pengembangan pembangunan. Sekitar 50 poin lebih rekomendasi yang kami serahkan. Diantaranya, kami memberikan rekomendasi untuk mendirikan BUMD,” tandasnya. (IR_75).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *