JADUP KLU DIPASTIKAN CAIR AWAL NOVEMBER 2020

Lombok Utara – Bantuan JADUP (Jaminan Hidup) yang merupakan bantuan yang diberikan kepada masyrakat/korban bencana berupa uang tunai untuk tambahan lauk pauk yang diberikan selama masih tinggal di hunian sementara atau hunian tetap dan dalam kondisi keadaan darurat yang meliputi siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan atau pascabencana, menurut informasi dari Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara sebentar lagi akan dicairkan dan dapat dinikmati oleh masyrakat Kabupaten Lombok Utara yang berhak menerima.

Sebagaimana pernah dilansir sebelumnya, Kabupaten Lombok Utara diposisikan sebagai penerima Jadup tahap II mengingat banyaknya jumlah penerima sehingga dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Di samping itu menurut aturan yang berlaku sebelumnya (Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015) tentang Bantuan Langsung Berupa Uang Tunai Bagi Korban Bencana disebutkan bahwa masyrakat bru dapat menerima Jadup jika proses rehab dan rekon sudah selesai dilakukan. Namun pada September 2020 keluar aturan baru yaitu Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015. Dalam aturan baru ini dijelaskan bahwa syarat menerima Jadup adalah (1) masyrakat/korban bencana; (2) selama masih tinggal di hunian sementara atau hunian tetap; (3) diberikan dalam kindisi keadaan darurat yang meliputi siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan atau pascabencana dan (4) diberikan secara individu melalui kepala keluarga. Artinya, secara aturan sudah tidak ada halangan lagi untuk realisasi Jadup ke masyarakat.

Rencana realisasi Jadup ini juga mendapat apresiasi penuh dari Bupati Lombok Utara periode 2016-2020, Dr.H.Najmul Akhyar, MH. Beliau mengakui bahwa sudah mendengar informasi ini beberapa waktu yang lalu, hanya saja masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat agar kejadian sebelumnya tidak terulang lagi. Mengingat saat sekarang ini merupakan tahun politik, beliau juga harus ekstra hati-hati dalam mengambil tindakan agar tidak menjadi hal yang keliru dalam menghadapi proses dan tahapan Pilkada. “Alhamdulillah, ikhtiar kita selama ini yang tanpa lelah dijawab Allah Subhanahu Wata’ala. Menteri Sosial sudah merubah aturan yaitu Permensos sebagai landas acuan pencairan Jadup ini. Semoga pencairan bisa dilaksanakan secepat mungkin dan berjalan lancar. Tentunya agar dapat dimanfaatkan dengan bijak oleh bapak dan ibu semuanya.” Ungkap H.Najmul Akhyar di kediamannya sambil tersenyum.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Faisol Mangku Alam mengatakan bahwa Jadup tahap II yang diperuntukkan untuk korban gempa 2018 lalu di Kabupaten Lombok Utara, dipastikan akan cair awal bulan November 2020 ini. “Sebenarnya Jadup ini bisa cair dari awal-awal lalu, namun karena ini adalah wewenang pemerintah pusat dan selalu ada perubahan di peraturan dan banyak kendala, jadi baru bisa. Dan insyaallah Jadup cair awal November, ” ungkap Faisol.

Dalam keterangannya, lebih lanjut disampaikan Faisol bahwa bantuan Jadup ini dapat cair setelah keluarnya Perubahan Permensos. Dan, ini tidak lepas dari kegigihan Pemerintah Daerah KLU yang terus berusaha me-lobby ke Pemerintah Pusat. “Pak Bupati (Najmul Akhyar, red) dan saya ke Jakarta bulan Agustus untuk minta Kemensos merubah payung hukumnya dulu, agar bisa dicairkan. Karena Pergub menyatakan Jadup dicairkan setelah masa tanggap darurat usai. Namun pak bupati berhasil mengajukan perubahan, sehingga keluarlah Permensos Nomor 10 tahun 2020 ini” jelasnya. Realisasi Jadup ini juga sekaligus dapat menjawab klaim dan tuduhan dari berbagai pihak bahwa Pemda Lombok Utara tidak berhasil memperjuangkan realisasi Jadup bagi masyarakatnya.

Dijelaskannya, penerima Jadup untuk tahap II ini berupa setengah dari jumlah penerima yang diajukan Pemda Kabupaten Lombok Utara, yakni 37.777 KK (120.000 jiwa) dari 75.554 KK (Kepala Keluarga). “Di setiap kabupaten, di Lombok Timur, Sumbawa dan Lombok Utara cair setengahnya atau 50% dari yang diajukan.” sebutnya. Sebanyak 50% penerima yang akan menerima tahap II ini merupakan penerima yang mengalami rumah rusak berat. Sementara 50% lainnya yang mengalami rusak sedang dan rusak ringan akan dicairkan awal Januari tahun depan, mengingat kondisi keuangan negara di tengah pandemic covid-19. “Ya itu akan diberikan di tahap tiga nantinya. Penerima akan menerima Rp.300 ribu rupiah per jiwa selama satu bulan” bebernya.

Sementara itu, untuk penerima yang telah wafat dikatakannya, akan diberikan ke ahli warisnya. “Nanti akan langsung ditransfer per jiwa ke masing-masing KK melalui rekening BNI” jelas dia. Pencairan dana tersebut dipastikan, mengingat dana jadup sudah ada di DIPA. “Semoga minggu ini DIPA sudah ditandatangani dan inshallah pasti cair,” tutupnya. (IR-75).

Sumber: sebagian informasi dalam artikel dilansir dari media bukadikit.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *