KETENTUAN BARU KELULUSAN SISWA

equilibriumnews.com– Pergeseran dan penggantian policy maker biasanya membawa perubahan pada kebijakan. Dua hal ini ibarat dua ujung tali, satu ujung bergerak maka akan diikuti oleh ujung tali lainnya. Dan hal ini bukan kasus atau kejadian yang aneh untuk dibahas panjang lebar. Karena memang dinamika dan kecenderungannya demikian dan mengimbas pada semua bidang kebijakan termasuk bidang pendidikan. Pendidikan Indonesia secara umum memiliki dinamika yang luar biasa, tidak hanya terkait dengan paradigma pengelolaan pendidikan yang dibangun tetapi juga menyangkut soal mutu mutu dan perubahan kebijakan yang sangat dinamis.

Dewasa ini terobosan yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudyaan Indonesia, Nadiem Makarim cukup kontroversial dalam jagat pendidikan Indonesia. Setelah sukses dengan membedah masalah UN (Ujian Nasional) dengan terobosan mengubah pola pelaksanaan UN,sang menteri pun menelisik kebijakan lain yang ada di dunia pendidikan dan dinilai tidak memberi positif support terhadap perkembangan kualitas pendidikan. Diantaranya tentang perangkat administrasi yang harus disusun oleh pendidik, pegawai dalam lingkungan Kemendikbud, pengelolaan anggaran pendidikan dan beberapa hal lain.

Melalui Permendiknud nomor 43 Tahun 2019 yang sudah disahkan penggunaannya beberapa waktu lalu (10 Desember 2019), Nadiem Makarim telah menetapkan standar baru dalam dunia pendidikan yang terkait dengan kelulusan peserta didik dari sebuah satuan pendidikan. Kelulusan anak tidak lagi dinilai hanya dari hasil yang diperoleh ketika UN dilaksanakan, tetapi juga melalui USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Sementara untuk kelulusan peserta didik pada jenjang akhir, menteri menetapkan tiga (3) point penting sebagai syarat berikutnya.

Syarat yang tercantum pada Bagian Keempat Pasal 6 dari Permendikbud dimaksud menyatakan bahwa peserta didik atau siswa yang dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah (1) menyelesaikan seluruh Program pembelajaran; (2) memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik dan (3) mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan. Selanjutnya pada pasal yang sama di Ayat (2) dipertegas bahwa kelulusan peserta didik ditetapkan oleh satuan/Program pendidikan atau sekolah yang bersangkutan. Dalam target kelulusan ini, perilaku dan karakter menjadi pertimbangan penting dalam penilaian. Karena pada bagian awal ditegaskan bahwa tujuan dari sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah mendorong tumbuhnya praktik belajar mengajar yang menumbuhkan daya nalar dan karakter peserta didik secara utuh.

Dalam bagian lain dari Permendikbud dijelaskan juga tentang pelaksanaan UN dan USBN. Diantaranya adalah bentuk ujian yang yang diselenggarakan oleh sekolah dapat berupa portofolio, penugasan, tes tertulis dan/atau bentuk kegiatan lain yang ditetapkan Satuan Pendidikan sesuai dengan kompetensi yang diukur berdasarkan Standar Nasioanal Pendidikan. Selanjutnya, bentuk ujian yang dilaksanakan oleh sekolah dimaksud dilaksanakan pada semester ganjil dan/atau semester genap pada akhir jenjang dengan mempertimbangkan capaian Standar Kompetensi Lulusan. Ketentuan tentang pelaksanaan UN pun mengalami perubahan seperti berikut (1) pelaksanaan UN diutamakan melalui ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Dalam hal UNBK tidak dapat dilaksanakan, maka UN dilaksanakan berbasis kertas dan pensil (UNKP); (2) UN merupakan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu; (3) UN untuk peserta didik atau siswa pada sekolah menengah kejuruan/Madrasah Aliyah kejuruan termasuk ujian kompetensi keahlian; (4) peserta didik pad akhir jenjang sekolah menengah pertama luar biasa (SMP-LB) dan sekolah menengah atas luar biasa (SMA-LB) tidak wajib mengikuti UN dan (5) niaga penyelenggaraan dan pelaksanaan UN menjadi tanggung jawab Pemerintah pusat, daerah dan sekolah.

Berpedoman pada aturan yang sudah ditetapkan melalui Permendikbud ini, diharapkan perkembangan pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih bagus lagi ke depannya. Semoga….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *