Menyoal Ritme Semesta

equilibriumnews Segala sesuatu memiliki dan berkembang dalam proses dan masanya sendiri yang tidak dapat diintervensi oleh hal lain. Kalimat ini juga dapat dipahami sebagai segala sesuatu memiliki irama, memiliki aliran, memiliki siklus sendiri-sendiri.

Dinamika hidup yang dijalani sehari-hari adalah bukti tak terbantah. Kadang diri dihadapkan pada sesuatu yang membutuhkan konsentrasi dan perhatian lebih untuk dapat menikmati ketenangan, kadang juga berjalan landai apa adanya.

Demikian halnya dengan kondisi fisik semesta (bumi), kadang berada dalam kondisi yang membuat aman dan nyaman, adakalanya juga bergerak sesuai titah Sang Pencipta. Selayak pelangi, semua punya warna sendiri. Ada yang cerah, redup atau gelap, perpaduan warna inilah yang membuat pelangi menjadi indah.Penulis The Kybalion, William W. Atkinson (1908) menyampaikan bahwa “everything flows, out and in; everything has its tides; all things rise and fall; the pendulum-swing manifests in everything; the measure of the swing to the right is the measure of the swing to the left; rhythm compensates.” Tidak berlebihan pemikiran Atkinson, karena sejatinya segala sesuatu bersifat dinamis guna menstabilkan posisi diri.Bayangkan saja, jika kita sebagai manusia tidak melangkahkan kaki dalam beberapa hari atau jam. Atau, air dan angin tidak bergerak, bumi tidak berputar pada porosnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *