Penurunan Stunting di Lombok Utara Mencapai 33%

Lombok Utara – Stunting masih menjadi atensi utama Kabupaten Lombok Utara sejak 2012, stunting cenderung mengalami penurunan meski tidak signifikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara melakukan kegiatan Rembug Stunting untuk membahas langkah penurunan tahun ini. (29/6/2020).

Kita tidak boleh lengah dengan adanya penurunan ini, karena yang kita khawatirkan sewaktu-waktu bisa naik lagi jika integrasi kita dengan desa tidak bagus, jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara dr H. Lalu Bahrudin, usai kegiatan Rembug di aula bupati

Ia menuturkan, rembug kali ini merupakan upaya untuk menekan angka stunting. Ada delapan aksi yang harus diselesaikan dengan integrasi baik. Artinya Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Desa bergerak bersama-sama menangani stunting ini.
“Memang dulu paling tinggi se NTB untuk stating ini, tapi sekarang sudah turun jauh, ucap dr. Baharudin

IMG_20200703_100149Penurunan stunting di Kabupaten Lombok Utara di persentase 33 persen. Namun saat ini kembali ditekan menjadi 29 persen. Untuk titik lokus stunting, kata dia, awalnya merata di semua desa. Hanya saja pada 2020 ini ada 16 Desa lokus (lokasi fokus).

Jumlah ini bertambah dari sebelumnya hanya 10 Desa lokus. Stunting di lokus tersebut tidak hanya ditangani Dinkes. Namun terintegrasi dengan Dinas Pertanian, Bappeda, hingga Dinas Sosial. Tidak hanya Dikes saja yang bekerja tapi semuanya, kata mantan Direktur RSUD KLU itu.

Berbagai upaya dilakukan untuk penanganan stunting. Di antaranya melakukan sosialisasi tentang stunting, pencatatan dan pelaporan data dari Desa hingga ke Kabupaten, kemudian kita lakukan analisa kaitannya dengan data-data tersebut, jelas dia.

Dalam hal penanganan stunting, Dinkes juga mengintervensi melalui pemberian gizi tambahan, vitamin, dan lainnya. Dokter Bahrudin mengungkapkan, program ini urgent bukan hanya di Kabupaten Lombok menjadi satu dari 220 kabupaten/kota yang harus ikut program tersebut. Ini sudah ditentukan oleh pusat, tandasnya.

Sumber : ms, Global Hukum Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *