Peran Guru Penggerak Dalam Manajemen Risiko

(Koneksiย  Antar Materi Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid)

Sekolah sebagai suatu komunitas memiliki potensi/asset/kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan dan kemajuan sekolah. Asset/kekuatan tersebut berkontribusi terhadap kesuksesan program yang dijalankan sekolah. Program-program yang mengedepankan kepentingan murid atau program yang berdampak pada murid. Program yang dijalankan sekolah merupakan program yang sifatnya berkelanjutan. Program yang diselaraskan dengan kekuatan atau potensi yang dimiliki sekolah. Potensi-potensi tersebut hanya bisa dikembangkan atau diolah oleh warga sekolah yang memiliki jiwa penggerak, inovatif, kreatif, kolaboratif serta bertanggung jawab, karakter-karakter inilah yang dimilki oleh guru penggerak yang bergerak selaras dengan nilai-nilai dan peran guru penggerak.

Dalam dunia Pendidikan kita mengenal istilah manajemen Pendidikan yang dilakukan sekolah untuk mengembangkan mutu sekolah, manajemen risiko merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan dalam merencanakan program sekolah. Manajmen risiko haruslah menjadi satu kesatuan bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaan system manajemen di sekolah. Namun walau bagaimanapun baiknya sebuah perencanaan, namun tetap mengandung ketidakpastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya sesuai rencana.

Dalam prinsip dasar manajemen risiko (2019:3) manajemen risiko adalah metode yang tersusun secara logis dan sistematis dari suatu rangkaian kegiatan, penetapan konteks, identifikasi, Analisa, evaluasi, pengenalan serta komunikasi risiko.

Risiko dalam suatu program merupakan sebuah Langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang kemungkinan besar dapat terjadi, termasuk juga dalam merencanakan dan melaksanakan program Pendidikan. Oleh karena itu, sekolah sebagai Lembaga Pendidikan wajib melakukan rangkaian analisis dan metodologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengendalikan dan mengevaluasi risiko yang timbul dari pelaksanaan program sekolah.

Risiko tidak dapat dihindari tetapi dapat dikelola dan dikendalikan karena apabila risiko tidak dikelola dengan baik maka akan kerugian serta hambatan, sehingga program sekolah yang direncanakan tidak berjalan dengan baik. Begitu pula sebaliknya apabila risiko dapat dikelola dengan baik maka sekolah dapat meminimalisir segala kerugian yang dapat mengambat jalannya program sekolah yang direncanakan.

Risiko merupakan sesuatu yang memiliki dampak terhadap pencapaian tujuan organisasi. Beberapa tipe risiko di Lembaga Pendidikan, meliputi: (1) Risiko  strategis, merupakan risiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasi mencapai tujuan. (2) Risiko keuangan, merupakan risiko yang mungkin akan berakibat berkurangnya aset, (3) Risiko operasional, merupakan risiko yang berdampak pada kelangsungan proses manajemen, (4) Risiko pemenuhan, merupakan risiko yang berdampak pada kemampuan proses dan procedural internal untuk memenuh hukum dan peraturan yang berlaku dan (5) Risiko reputasi, merupakan risiko berdampak pada reputasi dan merek Lembaga.

Pada akhirnya perubahan-perubahan yang dilakukan sekolah akan menimbulkan suatu risiko, namun tidak melakukan perubahan juga sebuah risiko, oleh karena itu setiap sekolah harus mengidentifikasi risiko dan merencanakan pengelolaannya. Apabila semua sekolah bisa menerapkan manajemen risiko maka setiap kerugian akan dapat diminamilisir.

Hal ini menandakan bahwa kemampuan manajerial dari kepala sekolah ataupun harus terus terasah. Pilosofi pemikiran ki hajar dewantara, menggambarkan bahwa guru atau pendidik itu adalah seseorang pembelajar sejati, yang tak pernah berhenti belajar sepanjang hayatnya. Kejelian dalam mengidentifkasi risiko, serta kemampuan menemukan solusi alternatif, tak akan sulit bagi seorang manajer pembelajaran yang terlatih dan terasah kemampuannya.

Adapaun tahapan manajemen risiko adalah sebagai berikut: Identifkasi jenis risiko, dalam hal ini kita memilah jenis risiko yang kemungkinan akan timbul. Baru setelah itu ke tahap pengukuran risiko. Kita perkirakan seberapa besar risiko itu, sehingga kita menyesuaikan dengan Langkah antisipasi.  Baru setelah itu kita menentukan strategi dalam pengendalian risiko dan yang terakhir baru kita melakukan evaluasi yang terus menerus, maju dan berkelanjutan.

Secara garis besarnya, manajemen risiko adalah sebuah strategi meraih kesuksesan proram yang berdasar pada pengelolaan aset/potensi tanpa  takut akan risiko yang pasti ada. Dalam hal ini, peran guru penggerak yang bergerak dengan mengedepankan nilai guru penggerak yang mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid.

Akhir kata, mari menjadi insan penggerak Pendidikan yang percaya diri dengan potensi yang dimilki dan tidak takut dengan risiko. Semoga Allah mudahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *