Remah Sisa WSBK

Pembayaran yang belum tuntas terhadap lahan dan akses keluar yang dimiliki masyarakat sampai saat ini masih menjadi polemik. Setidaknya masih terdapat 48 keluarga yang lahannya belum terbayarkan, contohnya di Dusun Ebunut. Di sekitar lahan warga pun sudah berdiri berbagai macam fasilitas yang membuat mereka terisolir, terlebih ketika penyelenggaraan kegiatan. Meski permasalahan ini sudah sampai Bupati, Gubernur dan bahkan Presiden, tetapi realisasi pembayaran lahan yang “hanya” Rp.4,9 Miliar (menurut Gubernur NTB) hingga saat ini masih ditunggu oleh warga.

Credit: Riaunews

Tidak hanya itu, penyelenggaraan WSBK di sirkuit Mandalika pun berujung pada aksi saling lapor warga ke aparat penegak hukum (Polisi). Hal ini diawali oleh kesalahpahaman antarwarga terhadap fenomena alam. Seorang pawang hujan merasa tersindir atas postingan pengguna media sosial atas ketidaksanggupannya mengendalikan cuaca sehingga hujan deras turun ketika helat WSBK berlangsung. Karena merasa tidak melakukan dan terlibat dalam hal yang dituduhkan, sang pawang pun akhirnya mengajukan keberatan dan melaporkan kasus tersebut ke Polisi. Terdengar lucu dan mengada-ada, tetapi tidak bagi sebagian orang.

Perekrutan tenaga kerja pun menjadi ruang polemik, beberapa warga masyarakat mengaku tertipu oleh janji oknum yang akan memperkerjakan mereka di kegiatan WSBK. Dengan janji tersebut, para korban tidak segan menyerahkan sejumlah uang kepada oknum sebagai uang administrasi. Tidak hanya itu, beberapa pemilik mobil pun mengadukan kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang menyewa mobilnya dengan alasan untuk keperluan WSBK. Penyakit masyarakat ini bukan perkara sederhana dan harus diselesaikan segera agar tidak menimbulkan kegelisahan yang berpotensi ke tindakan anarkis oleh korban kepada pelaku.

Masalah kelestarian lingkungan dan kebersihan pun menjadi masalah sendiri di Desa Kuta. Dalam jangka panjang daerah tersebut akan menjadi desa yang rentan terkena abrasi maupun longsor. Semoga saja, pemerintah berpikir bijak dan berkerja lebih maksimal sebagai upaya untuk meminimalisir sekian resiko dari potensi ketidakstabilan alam dan lingkungan yang ada. Hal ini juga dimaksudkan agar megahnya sirkuit dapat berjalan seiring dengan kemegahan hidup bagi warga sekitarnya. Jangan sampai kemegahan yang ada ditopang dan berdiri di atas penderitaan masyarakat. Semoga ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *